user-photo
Voice Of Borneo

Ampat Talino, Perpaduan Tradisional dan Modern

Spread the love

Voice Of Borneo – Eksplorasi terhadap bebunyian dari alat musik tradisional semakin beragam, seperti perpaduan sape’ dan alat musik modern yang dibawakan Ampat Talino, sebuah band bergenre etnik folk asal Pontianak yang lantunan musiknya membawa pendengar seakan menjelajahi Borneo dengan segala ketenangannya.

Ampat Talino yang artinya empat pemuda, didirikan pada tahun 2016 lalu oleh empat pemuda yang memiliki kepedulian terhadap eksistensi alat musik tradisional di era modern. Saat ini personil Ampat Talino ada lima orang, yaitu Nayau yang bermain jimbey dan floor sekaligus sebagai backing vocal, Atuy sengai vokalis sekaligus memainkan seruling, Melki bermain gitar, Tagas memegang keyboard, dan Gagas bermain sape’.

Atuy sang vokalis sempat berbinang-bincang ketika menghadiri event Voice of Borneo.  Dia menuturkan jika Ampat Talino baru saja mengeluarkan single pertama berjudul Pesan Perdamaian, dalam waktu dekat mereka akan menyelesaikan single dan akan menerbitkan album tahun ini.

Ampat Talino berhasil memadu-madankan musik tradisional dan modern, mereka bisa menghadirkan sape’ dan suling di tengah lantunan keyboard, gitar, maupun floor. Meski Ampat Talino lekat dengan instrumen sape’, Atuy mengungkapkan mereka masih ingin mengeksplorasi musik. Ke depannya mereka ingin bereksperimen dengan alat musik tradisional lainnya seperti Kledi’, kecapi, genggong, kerinding, maupun kenong.

Karena tujuan dibentuknya band ini adalah untuk mengangkat kebudayaan yang diwariskan nenek moyang. Berangkat dari rasa prihatin pada sesama anak muda yang kebanyakan tidak mengenal alat musik tradisional meski bisa ditemukan di lingkungan sehari-hari hingga tercetuslah gagasan untuk membentuk band yang bisa dinikmati semua kalangan.

Kehadiran Ampat Talino diharapkan bisa jadi alternatif bagi penikmat musik. Mereka yakin genre ini bisa diterima oleh semua segmen, terbukti dengan ramainya tawaran bermain hingga ke daerah Kuching, Malaysia. Mereka akan terus mengakrabi alat-alat musik tradisional dan menyatukannya dengan alat musik modern. Begitu pula eksplorasi lagu akan semakin ditingkatkan, seperti di panggung Voice of Borneo  mereka membawakan lagu Jerry Kim Lan e dan Lagu dari Star and Rabbit yang berjudul Man Upon the Hill yang sukses membius mata penonton.

Atuy berharap industri musik di Pontianak dan Kalbar umumnya semakin ramah pada musisi-musisi baru yang ingin memberi warna berbeda dan karya-karya para musisi Pontianak bisa dikenal masyarakat luas.

Jika penasaran ingin melihat kegiatan bermusik Ampat Talino, bisa melihat instagram @ampattalino dan jika ingin melibatkan mereka dalam kegiatan silakan menghubungi pihak Ampat Talino di 089679222907.


Tinggalkan Balasan