user-photo
Voice Of Borneo

Wai Rejected Band, Jujur dan Konsisten dalam Berkarya

Spread the love

Voice Of Borneo – Berkenalan dengan Wai Rejected (WR), band asal Pontianak yang sudah menyelami industri musik sejak tahun 2007. Band aliran garage rock ini mulanya terbentuk di Malang pada tahun 2006. Saat itu personilnya diisi oleh Edho Sasnatra (bassis), Dhika Rahman (drummer) dan Eka Prasojo, Yudha Guritno (gitaris) dan Ahmad Chaidir (vokalis) dan nama yang digunakan mulanya Takuya, namun karena iklim bermusik saat itu dipenuhi oleh lagu-lagu pop melayu, musik yang diusung WR tidak mudah diterima, hingga tercetuslah ide untuk mengganti namanya menjadi Wai Rejected.

Tahun 2007 menjadi titik balik WR, saat itu lagu berjudul Simon Says She Was Beautiful masuk kompilasi indiefest vol.3 ramai didengarkan dan diputar di radio, WR perlahan menunjukkan diri. Namun keramahan Malang harus ditinggalkan karena pada tahun 2009 dua personilnya (Edho dan Dhika) harus kembali ke Pontianak. Tahun inilah formasi WR diubah untuk pertama kalinya, vokalis harus diganti.

Saat ini formasi WR yang masih bertahan adalah bass dan drum, sementara vokal dipegang oleh Donny, ini juga merupakan vokalis kesekian setelah WR beberapa kali mengganti vokalis bahkan melaksanakan audisi untuk menjaring orang yang tepat, posisi gitaris diiisi oleh John Fisher, dan Theo Utomo memainkan synth, kehadiran Theo dengan instrumen synthesizer kemudian membuat pengembangan musik WR jadi lebih variatif.

Bertahun-tahun bergelut di bidang ini, WR telah menelurkan beberapa karya, bisa dikatakan mereka adalah satu di antara band kenamaan Kalimantan Barat. Karakter musik mereka khas, dan tema yang mereka angkat berbeda, WR kerap mengangkat kritik sosial, lirik-lirik mereka juga kerap menyuarakan motivasi. Tahun 2015 band ini mulai serius merambah industri musik, single indie mereka yang berjudul Take me Now berhasil membawa mereka meraih label musik dalam sebuah kompetisi musik bergengsi tingkat nasional. Mereka dipinang  oleh label rekaman Seven Music Indonesia, di sinilah single kolaborasi WR dan Aqi Alexa yang berjudul “Why” keluar pada tahun 2016.

Awal tahun 2018 band ini kembali mengeluarkan single berjudul Luna, masih di tahun yang sama album berjudul Terbitlah Terang segera diluncurkan, awal Mei ini WR telah menggelar presscon untuk menyambut kelahiran album baru mereka. Album yang menghimpun banyak jiwa karena ada banyak orang dari berbagai bidang kreatif yang terlibat dalam album berkonsep album buku tersebut. Mulai dari design grafis, ilutrator, hingga fotografer ikut memberikan warna untuk Terbitlah Terang.

Berdasarkan obrolan yang dilakukan bersama personil WR di sela-sela check sound untuk acara Voice of Borneo, John Fisher dan Dhika Rahman, mengungkapkan harapan mereka agar industri musik di Pontianak dan Kalbar umumnya semakin mendapat apresiasi dari masyarakat sehingga tidak mustahil untuk membentuk iklim bermusik yang hidup seperti Yogya dan Bandung.

Meski berkali-kali merombak formasi mereka dengan yakin mengatakan visi dan misi WR tidak berubah sama sekali. WR ingin membentuk ekosistem bermusik yang kreatif dalam band dan menghasilkan karya yang bisa diterima semua kalangan. Bagi mereka siapapun yang pernah bergabung dengan WR adalah keluarga, dalam berkarya mereka tetaplah saudara meski pada akhirnya ada yang harus memilih jalan masing-masing. Seperti tagline pada album Terbitlah Terang, kelak manusia akan mati, tapi karya tidak pernah mati, sejatinya begitulah WR memandang sebuah proses dalam berkarya. Konsisten di bidang ini dan berkarya dengan jujur.

Mau tau lebih banyak tentang WR ? Langsung kepoin instagramnya. Klik di sini


Tinggalkan Balasan