user-photo
Voice Of Borneo
  • Mei 17, 2018
  • Art

Khatulistangan, Komunitas Handlettering Kota Khatulistiwa

Spread the love

Voice Of Borneo – Khatulistangan adalah komunitas handlettering dan kaligrafi di Kota Khatulistiwa. Komunitas ini dibentuk pada September 2015, digagas oleh Eddie Moors dan Theofilus Irwan, sekarang karena kesibukan bekerja keduanya jarang menangani komunitas. Komunitas lebih banyak ditangani oleh Zulfian Rahman selaku ketua.

Anggota Khatulistangan sekitar 20 orang, kegiatan rutin mereka adalah eksplorasi beragam jenis lettering dan kaligrafi melalui agenda Pena Meet up yang dilaksanakan dua bulan sekali. Agenda ini biasanya diisi dengan menggarapkarya bersama dengan tema yang telah ditentukan, misalnya tema bulan Ramadhan atau hari kemerdekaan.

Selain itu Khatulistangan juga kerap menyelenggarakan workshop, kreatif sharing dan pameran minimal sekali dalam setahun pada moment tertentu. Workshop terbuka untuk umum dan dalam workoshop ditentukan jenis lettering atau kaligrafi apa yang akan diulas mengingat ada beragam jenis lettering.

Bagi Rahman dan teman-teman yang telah menyelami seni ini, membuat hand lettering bukan hanya sebagai upaya mengekspresikan seni yang ada di kepala, namun lebih serius dari itu, hand lettering bisa dijadikan mesin pencetak uang. Ini dialami oleh anggota-anggota komunitas yang sudah berpengalaman, mereka biasanya menerima tawaran untuk memperindah dinding cafe atau membuat produk custom seperti helm,.

Sedangkan untuk anggota yang lain, beragam kaligrafi yang telah dibuat biasanya dijadikan portofolio yang kelak bisa ditunjukkan pada klien.

Zulfian menuturkan alasan dibalik memilih hand lettering sebagai media berkspresi, dia memilih handlettering karena sederhana. Seni dasar mengapa kita menulis adalah lettering, ujarnya saat ditemui di bazaar Voice of Borneo.

Dia mengungkapkan sebelum mengenal abjad kita sudah terlebih dahulu mengenal hand lettering, pengetahuan sederhana itu kemudian bisa dikembangkan dan diaplikasikan di mana saja. Dia mengaku suka dan nyaman saat membuat handlettering, kesederhanaannya membuat hand lettering bisa bersanding dengan seni apa saja.

Selain mengadakan kegiatan-kegiatan eksploratif tentang hand lettering, Khatulistangan juga membuat semi letter studio di mana sebuah garasi salah seorang anggota komunitas dijadikan untuk belajar hand lettering dan kaligrafi. Di sana semua informasi mengenai kreativitas ini bisa dikulik, begitu pula dengan diskusi mengenai perspektif industri ini ke depannya selalu diup-date. Semi letter studio diadakan setiap Kamis, Sabtu, dan Minggu.

Sampai saat ini Khatulistangan sudah mencapai 59 angkatan dan rencananya akhir tahun akan kembalidiadakan pameran tahunan untuk mengapresiasi karya teman-teman setahun belakangan.

Dia berharap industri kreatif di bidang ini bisa mendapat apresiasi yang objektif. Masyarakat bisa menilai karya dengan jujur tanpa melihat siapa yang membuatnya, karena menurutnya apresiasi ibaratkan bensin yang membuat mereka terus berjalan.

Harapan besar Khatulistangan lainnya adalah bisa menjadi salah satu pionir dalam membentuk sekolah desiner grafis karena sebenarnya di Pontianak ada banyak orang yang konsen untuk mengembangkan desain grafis menjadi lembaga pendidikan, Khatulistangan berharap bisa mengambil peran dalam cita-cita mulia tersebut.

Untuk bergabung komunitas atau sekadar melihat-lihat aktivitas kreatif Khatulistangan, bisa menilik akun instagram @khatulistangan.


Tinggalkan Balasan