user-photo
Voice Of Borneo

MOTH, Jarak Bukan Penghalang untuk Berkarya

Spread the love

Voice Of Borneo – Ingin mendengarkan sensasi musik neo-psychedelic karya anak-anak Pontianak? Anda bisa mendengarkan lagu-lagu dari MOTH, band yang dibentuk pada September 2016 oleh Pian, Kikin, dan Julio. Formasi awalnya adalah Pian memegang gitar, Kikin bass, dan Julio drummer. Untuk tetap bermusik mereka harus dibantu additional player, vokalis Galih, keyboard Ali, Mirza gitar, dan Hapel drum. Sekarang dua pendiri  MOTH, Pian dan Kikin sedang berada di Australia karena itulah Julio bermain bersama additional player.

Ketika mengobrol sebelum bermain di panggung Voice of Borneo, Julio bercerita sedikit tentang MOTH. MOTH adalah akronim dari man of the hoocus vocus. Sejak launching album pertama dia mengungkapkan MOTH mendapat apresiasi yang baik dari penikmat musik di Pontianak. Saat ini MOTH sudah mengeluarkan empat lagu yang berjudul Mesmerizing, Stuck in a Maze, Overreacting, dan Scarllete, semuanya bisa didengarkan di Spotify.

Genre ini memang terbilang masih baru di Pontianak. Karena itu Julio mengungkapkan orang awam mungkin perlu berkali-kali mendegar musik yang mereka bawakan baru bisa memahaminya. Dia mengakui Musik MOTH banyak terinspirasi dari Pink Floyd, Shark Move, Tame Impala, dan Pond.

Tantangan lain yang harus mereka lalui adalah jarak, mereka harus bisa kompormi dengan waktu antara Australia dan Indonesia yang terpaut jauh tiap kali MOTH harus manggung. Sementara untuk evaluasi karya maupun membuat materi baru, mereka memanfaatkan teknologi. Mulai dari email, chat, hingga video call untuk menjalin komunikasi dan menggarap materi baru.

Julio menuturkan rencananya tahun depan MOTH akan melakukan record full album bersama Pian karena baru-baru ini Kikin memutuskan keluar.

Mski terbilang masih muda MOTH dengan berani terjun ke industri ini, meski ibarat berjudi namun Julio yakin niat yang baik pasti mebuahkan hasil yang baik pula. Selama ada konsistensi dalam berkarya, jarak bukanlah penghalang, MOTH telah membuktikannya. Karena itu band-band lain yang memiliki personil lengkap tidak terpisah tempat harusnya terpacu untuk berkarya.

Di akhir perbincangan Julio menyampaikan harapannya pada industri musik di Pontianak. Dia berharap musisi-musisi Pontianak selalu muncul dengan genre baru, nuansa baru, serta didukung dengan SDM yang paham untuk mengelola band. Dia juga berharap ekosistem bermusik di Pontianak secepatnya lengkap agar anak-anak muda Pontianak semakin semangat untuk berkarya.

Bagi yang ingin menilik aktivitas bermusik MOTH, bisa menilik akun instagram @official.moth dan menghubungi langsung narahubung tertera untuk melakukan pembelian karya.


Tinggalkan Balasan