user-photo
Voice Of Borneo

Manjakani, Musik Merapatkan Seseorang Pada Kejujuran

Spread the love

Voice Of Borneo – Jika mendengar nama Manjakani sosok Taufan dan Nabilla pasti terlintas, suara merdu Nabilla dan alunan gitar Taufan sudah tidak asing lagi di telinga penikmat musik Pontianak. Duo yang juga merupakan pasangan kekasih ini sudah dikenal masyarakat luas, bahkan mereka telah menyambangi beberapa daerah di Indonesia untuk bernyanyi.

Duo ini terbentuk tahun 2015, satu tahun setelah mereka bepacaran. Taufan dan Nabilla yang sama-sama memiliki latar belakang pendidikan musik tidak kesulitan untuk mengeksplorasi kemampuan bermusik mereka, karena itulah tidak ada genre tertentu yang mereka usung. Namun yang jadi ciri khas Manjakani adalah cengkok Nabilla yang sangat halus, membuat lagu-lagu Manjakani membekas di hati pendengar. Lagu Asam Pedas, Cik-cik Periuk, dan Asmaraweda merupakan lagu yang sering didendangkan.

“Bagi saya musik adalah kebutuhan, lewat musik saya mencoba menyampaikan apapun, pesan, kerinduan, keluarga, bahkan kematian,” tutur Taufan saat ditemui usai check sound untuk pertunjukan Voice of Borneo.

Saat ini Manjakani telah mengeluarkan delapan lagu dan merilis sebuah single. Sekarang mereka sedang fokus mengerjakan album penuh yang rencananya akan rilis tahun ini, full album tersebut berisi 7-8 track. Belakangan mereka juga terlibat dalam film Puduu’ Anak, lagu berjudul Rumah dijadikan sebagai soundtrack film dokumenter garapatan Denny Sofian dan Venie Hartinie.

Kecintaan pada dunia musik membuat mereka lebih jujur dalam berkarya, seperti yang diutarakan Nabilla, dia merasa di musiklah dia bisa menuangkan perasaan dan pesan-pesan dari berbagai pengalaman yang dia dapat. Musik merupakan jalan untuk berekspresi melalui karya.

Duo yang tahun lalu menjajaki Bali, Malang, dan Yogyakarta ini sehari-hari masih disibukkan dengan kegiatan bermusik, aktivitas mereka tidak jauh dari seni suara. Mereka berharap industri musik di Pontianak dan Kalbar pada umumnya bisa berkembang sehingga karya-karya yang lahir di sini bisa didengar masyarakat luas. Menurut mereka musisi di Kalbar harus semakin bersinergi, saling dukung dan kompak untuk membangun industri ini. Seperti filosofi Manjakani yang merupakan ramuan kerapatan, mereka berharap orang-orang juga merapatkan pendengaran mereka pada lagu, karena dalam tiap lagu ada kejujuran yang ingin disampaikan, seperti lagu-lagu manjakani.

Aktivitas bermusik Manjakani bisa diikuti di akun Instagram @manjakanimusic dan kanal youtube serta facebook Manjakani Music.

 

 

 


Tinggalkan Balasan