user-photo
Voice Of Borneo

Crispy Studio, Kerenyahan di Balik Katun

Spread the love

Voice Of Borneo – Bicara tentang industri kreatif di Pontianak kita tidak bisa melewatkan industri clothing. Di Pontianak pangsa usaha ini cukup besar. Satu dari clothingan yang lumayan terkenal di Pontianak adalah Crispy Studio. Screen printing studio yang didirikan tiga bersaudara Rendra Prasetya, Chandra Pratiwa, dan Hendra Prawira ini terletak di Beting, daerah yang menyimpan banyak rahasia di kota ini.

Crispy Studio terlibat juga dalam event Voice of Borneo, mereka membuka stand dan menyediakan sablon gratis bagi pengunjung. Ditemui di stand mereka, Rendra Prasetya bercerita tentang Crispy Studio.

Crispy Studio didirikan tahun 2012, namun tahun pertama penuh kendala hingga tahun 2013 menjadi titik balik dan membuat Crispy Studio dikenal hingga saat ini. Jika tahun pertama mereka mengalami banyak kendala, berkali-kali produksi gagal, stagnan, bahkan sempat tidak jalan sama sekali, keadaan saat ini sudah berbeda. Sekarang Crispy Studio sudah dibanjiri pesanan, bahkan kadang kewalahan, pesanan tidak hanya datang dari daerah Kalbar tapi juga luar Kalbar. Disperindag bahkan memberi apresiasi untuk mereka, Crispy Studio diundang menjadi pembicara dalam sebuah kegiatan karena usaha mereka yang berkembang cepat, dalam lima tahun Crispy Studio bisa mendirikan sablon, konveksi, dan clothingan.

Rendra menuturkan semuanya berawal dari impian mereka bertiga untuk bebas finansial di usia muda, mereka ingin membuat clothingan paling terkenal di Pontianak. Nama Crispy Studio sendiri diambil karena mereka bertiga sama-sama menyukai gorengan yang renyah. Jadi makna Crispy di sini adalah kerenyahan di balik katun. Dalam produksi mereka bekerjasama, tidak ada yang jadi bos maupun bawahan. Hendra berperan sebagai head production, Rendra menangani manajeman dan marketing, sedangkan Chandra mengurus desain dan setting. Kadang beberapa teman membantu produksi, mereka lebih senang bekerja kolektif.

Crispy Studio menyediakan basis oil, mereka juga bersedia membuat desain sesuai permintaan konsumen, atau konsumen datang dengan desain yang telah jadi. Namun untuk urusan gambar mereka sangat selektif, mereka hanya mencetak gambar yang memang karya sendiri, bukan gambar curian. Sekarang Crispy Studio sudah bisa membuka konveksi sendiri, membuat kaos dan beragam sticker.

Rendra berharap indiustri clothing di Pontianak bisa hidup seperti Bandung karena sampai saat ini Kalbar merupakan satu-satunya daerah tanpa pabrik garmen. Dia berharap di Kalbar bisa ada pabrik garmen sehingga produksi lebih mudah karena sampai saat ini mayoritas pengusaha di bidang ini mengambil bahan dari Bandung, proses sablon, jahit, dan desain dikerjakan di sini.

Untuk lebih dekat dengan Crispy Studio bisa berkunjung ke akun instagram @crispystudio

Untuk bisnis maupun sekadar bertanya-tanya terkait Crispy Studio bisa menghubungi surel crispystudio.screenprinting@gmail.com maupun menghubngi whatsapp 08996982291.

 


Tinggalkan Balasan