user-photo
Voice Of Borneo
  • Mei 19, 2018
  • Art

Yoga Wild Bornean, Penggiat Visual Art yang Ingin Memasyarakatkan Seni

Spread the love

Voice Of Borneo – Sosoknya terlihat asik memoleskan cat warna-warni ke lantai di sekitar venue tempat event Voice of Borneo dilaksanakan. Dia tampak serius mengamati gambar-gambar yang telah terbentuk dan tinggal dirampungkan warnanya. Ada gambar alat musik tradisional Dayak, kledi dan gong yang bersanding dengan kaset-kaset pita, tidak jauh dari itu ada gambar jembatan, di bawahnya tertulis judul gambar “Perlahan Hilang dan Terlupakan.”

Dia adalah Yoga Ilhamsyah, namun dia lebih nyaman dipanggil Yoga Wild Bornean. Dia menjelaskan gambar tersebut bercerita tentang musik tradisional yang mulai terkikis, kehadiran band etnis sangat sedikit karena anak muda cenderung gengsi mengangkat budaya dan tradisinya. Alat musik gong dan kledi kesepian, seoerti kaset-kaset pita yang sudah ditinggalkan band karena semakin sedikit band yang merilis karya dalam bentuk fisik.

Pemuda kelahiran Pontianak 13 November 1996 ini merupakan satu di antara penggiat visual art di Pontianak, selain dipercaya untuk mewarnai galeri Canopy Center dengan gambarannya, dia juga membuka bazaar di event Voice of Borneo yang dilaksanakan sepekan penuh.

Beragam karyanya dipajang, mulai dari lukisan hingga talenan yang telah digambar. Sebagian laku terjual. Lukisan yang dia buat beragam, sesuai dengan permintaan klien. Yoga mengaku senang menggambar sejak kecil. Baginya gambar adalah refleksi masa lalu, seni menggambar adalah seni berkomunikasi dengan semua orang.

“Bagi saya gambar adalah media komunikasi, di mana semua ekspersi bisa ditumpahkan,” tuturnya saat diajak mengobrol.

Dari kesenangannya menggambar, Yoga bisa menghasilkan uang meski tidak banyak.

“Lumayan untuk menutupi uang rokok dan kopi,” selorohnya.

Selain menggambar di atas kertas, Yoga juga menerima pesanan mural. Dia tidak pernah mematok harga tiap kali ada yangm memintanya bekerja bahkan kadang dia hanya dibayar dengan segelas kopi atau hanya ucapan terima kasih. Tapi baginya tak masalah, pemuda yang juga membantu mengajar seni rupa di sebuah sekolah di Pontianak ini kadung mencintai aktivitas menggambar.

Semua emosi dan ekspresi dia tumpahkan di dinding atau kertas, menggambar adalah hobby, tentang apresiasi dianggapnya sebagai bonus.

Harapannya agar industri visual art di Pontianak bisa diterima masyarakat luas. Dia ingin seni bisa dimasyarakatkan sehingga tidak ada lagi orang yang menganggap seni itu sesuatu yang rumit dan hanya bisa dikerjakan segelintir orang, dia  ingin seni hidup di tengah masyarakat dan semuanya bisa menghasilkan seni, apa pun medianya, bagaimana pun caranya.

Untuk mengetahui Yoga dan karya-karyanya, bisa dilihat di akun instagram @yoga.ilhamsyah


Tinggalkan Balasan