user-photo
Voice Of Borneo

The Volcanic Winds Project, Menemukan Seni Tradisional dengan Warna Baru

Spread the love

Voice Of Borneo – Studio Film Balai Kajian Sejarah Kalimantan Barat di sore tanggal 19 Mei 2018 semarak oleh suara gambus dan rebana. Alunan merdu khas Melayu membius para penonton yang hadir. Wajar saja, suara tersebut hasil petikan penyair legenda, M. Yusuf Dahyani. Dia menggeluti dunia seni sejak tahun 70-an tetapi namanya cukup asing di telinga. Padahal, telah banyak karya yang ditorehkan.

Yusuf yang mulai senja dihadirkan dalam diskusi musik dengan tema “Reimaginig Old Music” berkat kerjasama antara The Volcanic Winds Project dengan BNPB Kalbar. The Volcanic Winds Project sendiri merupakan riset yang dilakukan oleh Misbach dan ketiga rekannya sesama musisi dari Yogyakarta untuk karya mereka di tahun mendatang.

Diskusi tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan The Volcanic Winds Project selama 20 hari menyambangi Kalimantan Barat, mereka menemukan seni yang luar biasa di bumi khatulistiwa ini. Salah satunya adalah dapat bertemu dengan Balaan Tumaan, grup musik yang masih erat dengan musik tradisional.

Melalui diskusi tersebut, peserta yang hadir dapat melihat potensi yang dapat dikembangkan khususnya di Kalbar. Terutama untuk menghidupkan kembali seni tradisional dengan wajah baru. Seperti yang dilakukan oleh Balaan Tumaan. Mereka berhasil merepresentasikan karya Yusuf Dahyani berjudul Generasi Penerus.

“Karya dari Pak Yusuf ini sudah kami aransemen dua kali dengan gaya yang berbeda. Intinya kita ingin mempertahankan kekhasannya tetapi Balaan Tumaan memberikan warna yang berbeda namun dengan spirit yang sama,” salah seorang personil Balaan Tumaan menerangkan.

Musik tradisional memang memiliki daya tarik tersendiri sehingga baunya semerbak ketika dibawakan dengan warna yang baru. Melestarikannya adalah keutamaan. Seperti yang dikatakan oleh Mbah Dinan, salah seorang komposer ternama di Pontianak. Menurutnya, melestarikan itu tidak hanya sebatas menjaga saja, tetapi harus memenuhi 3 hal. “Melestarikan itu tidak hanya menjaga, tetapi mengembangkan dan memanfaatkannya,” ujarnya.

Memberi warna baru terhadap kesenian yang lama, tidak harus membuatnya sama persis tetapi harus diolah dengan cara dan pemikiran baru.  “Dalam pengembangan tradisi, hidupkan semangat yang baru,” tutup Mbah Dinan langsung disambut tepuk tangan meriah oleh peserta.

Kehadiran kesenian tradisional memang menarik perhatian. Tetapi, para pemainnya justru tidak mendapat perhatian. Hal ini menjadi tugas bersama untuk saling bahu membahu menyebarkan informasi agar tersampaikan ke pemerintah sehingga mereka dapat memberikan bantuan pengembangan.

Seperti yang dikatakan oleh Andre dari BNPB, dirinya mengaku baru mengetahui ada musik seindah yang dibawakan oleh Balaan Tumaan dan juga Yusuf. Keterbatasan penggalian informasi sehingga dibutuhkan relasi dan kerjasama untuk melakukan kegiatan bersama.

Musik tradisional yang dikemas dengan warna baru memberikan ingatan terhadap seni yang pernah tenar dizamannya sehingga menghidupkan semangat masa lalu dengan kemasan lebih fresh dan menarik. Pelestarian music tradisional dibutuhkan untuk mempertahankan apa yang harus dipertahankan.


Tinggalkan Balasan