user-photo
Voice Of Borneo

Alfonsus Ide Krisma, Gaungkan Musik Tradisional dengan Sape’

Spread the love

Voice Of Borneo – Berkenalan dengan pembuat dan pemain sape’ asal Ketapang, Alfonsus Ide Krisma yang turut jadi penampil dalam gelaran Voice of Borneo.

Alfonsus Ide Krisma telah belajar bermain sape’ sejak tahun 2003 sebagai bekal untuk masuk ke perguruan tinggi. Alumni seni ISI Yogya ini baru mulai mengasah kemampuan bermainnya ketika kuliah, bahkan semasa kuliah dia pernah dipercaya oleh dosen untuk membantu mengajarkan sape’ di kelas.

Tahun 2010 dia lulus dari kampus, tahun 2012 dia mulai berkeinginan membuat sape’. Hal ini berlanjut sampai saat ini, sekarang dia bisa menerima pesanan 3-4 sape’ per bulannya.

Dia sudah membuat tujuh aransemen musik sape’. Di antaranya yang sering dimainkan adalah Journey, rainforest, mimpi, dan hope.

Jika diperhatikan lantunan sape’ miliknya agak berbeda dan khas, dia menuturkan bahwa dia sering menggunakan nada C dan chord mayot 7 atau minor 7. Inilah yang membuat petikan sape’nya langsung dikenali saat didengar.

Saat diajak mengobrol, dia mengungkapkan alasannya bermain sape’ adalah karena alat musik ini sangat identik dengan Kalimantan. Sebagai orang yang belajar seni, dia tentu tertarik bermain instrumen yang lain, namun masih dalam tahap mencari kualitas suara.  Selain sape’ dia menyebut masih banyak alat musik tradisional lain yang layak dieksplorasi, misalnya alat musik Senggayung.

Senggayung adalah alat musik pukul yang terbuat dari bambu drngan bentuk bilah seperti angklung.  Ini adalah alat musik masyarakat Dayak Ketapang. Senggayung berbeda dengan angklung karena untuk mendengar suaranya senggayung harus dipukul, satu bilah bambu dengan bambu lain dipukul sehingga menghasilkan nada yang unik. Namun yang menjadi keistimewaan senggayung sebenarnya adalah pemilihan bambu yang ketika dimainkan harus basah. Ini menjadi kendala karena saat ini bambu sudah sulit didapatkan, dan senggayung hanya dimainkan ketika musim buah raya, jika tahun ini tidak ada oanen buah raya maka senggayung tidak buat dan dimainkan.

Lokalitas seperti ini yang ingin dikenalkan Ide melalui musik, termasuk musik sape’, dia berencana ke depannya alat musik sape’ bisa dipelajari di sekolah, dimasukkan dalam materi Muatan Lokal dan dia ingin membuka private bagi anak-anak SMA yang ingin belajar bermain sape,.

Sebelumnya dia pernah memperkenalkan cara bermain sape’ di akun YouTubenya, di sana ada teknik dasar penjarian yang cukup membantu bagi pemula. Ini semua merupakan upayanya agar generasi muda bisa belajar musik tradisional dengan mudah.

Untuk menikmati musik-musik Alfonsus Ide Krisma bisa dinikmati di SoundCloud dengan Alfonsus Ide Krisma.


Tinggalkan Balasan