user-photo
Voice Of Borneo

Pop up Ramadhan 2018

Spread the love

Voice Of Borneo – Tenda-tenda kecil berjejeran di halaman Combi Cafe yang terletak di Jalan Candramidi Pontianak. Beragam clothing line lokal bisa ditemui di sini, ada juga yang berjualan merchandise band lokal. Suasana ramai tapi santai menyelimuti area Combi selama kurang lebih satu pekan, mulai dari tanggal 8-13 Juni 2018, di sinilah acara Pop up Ramadhan 2018 digelar.

Acara ini merupakan ajang silahturahmi bagi pekerja kreatif di Pontianak. Dikemas dengan rangkaian kegiatan yang menarik, mulai dari gotong-royong, hingga jamming. 30 band asal Pontianak turut meramaiakan acara ini.

Pop up Ramadhan sendiri baru kali pertama digelar tahun ini. Berdasarkan penuturan salah satu penggagas acara, Andi Dwi Suryono, acara ini sifatnya nonprofit, digagas secara kolektif oleh pelaku usaha online dan offline di kota Pontianak dan rencananya akan jadi acara rutin setiap tahun.

Dia berharap acara ini bisa membawa manfaat di bulan Ramadhan, di mana kegiatan ngabuburit bisa diisi dengan silahturahmi bersama pekerja kreatif maupun pelaku seni di kota khatulistiwa, saling kenalan sehingga bisa saling dukung, lebih untung jika bisa bersinergi. Momentum jelang lebaran juga jadi saat yang tepat untuk mengadakan kegiatan ini karena saat inilah daya konsumtif masyarakat terhadap pakaian sedang meningkat.

Poduksi clothing line lokal meningkat ketika hari raya tiba, Pop up Ramadhan bisa membantu para peserta kegiatan untuk mempromosikan barang-barang tersebut atau membantu mengenalkan brand milik mereka.

Apresiasi terhadap band-band asal Kota Khatulistiwa juga diberikan, ada banyak band Pontianak yang mengisi acara ini, mulai dari Wai Rejected, She’s Bro, Pistol For Moms, Ampat Talino,, Merah Jingga, dan masih banyak band lainnya yang turut meramaikan Pop up Ramadhan 2018.

Meski hujan bertandang nyaris setiap sore, area Combi tidak pernah sepi, pengunjung datang silih berganti, entah untuk membeli barang-barang yang dijual atau sekadar melihat band idolanya tampil. Yang jelas seperti kata Andi, semoga semangat berkarya teman-teman pelaku usaha kreatif dan pekerja seni di Pontianak tidak pernah surut dan bisa semakin guyub.

 

 


Tinggalkan Balasan