user-photo
Voice Of Borneo

Puck Mude, Solois Kesayangan Pontianak

Spread the love

Voice Of Borneo – Tahun 2018 tepat satu dekade Puck mude, solois asal Pontianak bergelut di industri musik.

Lelaki bernama asli Agus Ramdani ini mulai mengenal dunia musik tahun 1995. Waktu itu dia bermusik untuk hiburan semata, posisinya juga masih sebagai basis untuk band Operasi Jantung. Band ini kerap membawa ulang lagu-lagu milik Slank, band rock yang sedang berjaya di masa itu.

Lama bermain bersama Operasi Jantung, dia merasakan kebosanan dan butuh suasana baru. Tahun 2008 dia mencoba membuat lagu sendiri. Tahun yang sama digelar sebuah festival membuat lagu tingkat nasional. Dia memberanikan diri mengikuti ajang tersebut. Lagu Tak Enak Kasi Kucing yang ditulis dan digarap dengan sederhana pun dikirimnya. Lagu tersebut ternyata bisa masuk 15 besar bahkan Puckmude terpilih untuk mewakili Kalbar bernyanyi di Bandung dan satu panggung dengan Utopia.

Berangkat dari sini Puck mude terus menelurkan karya. Lagu-lagu yang dibuatnya pun tidak sembarangan. Lirik-liriknya kental dengan bahasa Melayu Pontianak dan lahir dari kritik terhadap fenomena sosial di lingkungannya. Sebut saja lagu Film Bokep dan lagu buat pek cun dua lagu yang terbilang sangat keras mengkritisi dekadensi moral anak muda. Lagu-lagu lainnya kaya akan lokalitas, kalau didengarkan pasti langsung terasa Pontianak-nya.

Ditemui di sebuah warung kopi, Puck mude tampak ramah ketika diajak mengobrol. Dia banyak bercerita tentang kesenangannya bermusik, band yang disukainya adalah Slank, dia juga mengagumi kharisma seorang Iwan Fals begitu pula pesona music dari Mick Jagger maupun Bon Jovi.

Sebagai musisi yang sudah lama berjibaku di bidang ini dia mengakui pernah juga merasa suntuk, tapi tidak pernah terpikirkan untuk berhenti bermusik. Meski seret dia tetap lanjut. Beragam proses telah dilaluinya, mulai dari rekaman yang sederhana dengan alat seadanya hingga dia sampai di masa ini di mana rekaman sudah tidak serumit dulu.

Sampai saat ini sudah empat album yang dikeluarkannya, yaitu Cacat Huruf R (2008), Pasti bisa (2010),  Longgar (2013), dan Piala Bergilir (save orang tadak) tahun 2015. Setelah mengeluarkan album ke-empat dia mengeluarkan single berjudul Macam Ye Ye. Single ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, bahkan jadi hits di radio-radio Pontianak. Dan dalam waktu dekat dia berencana merilis album baru.

Menurutnya membuat album baru sama dengan menambah kerjaan baru, tidak melulu menyenangkan. Tapi karena hobby dia tetap semangat melakukannya. Dulu waktu dia mengeluarkan album pertama dia menggunakan cara sederhana untuk mendistribusikannya. Menawarkannya pada orang-orang terdekat, dan sampai sekarang cara itu masih digunakannya. Bedanya sekarang karya-karyanya sudah memiliki gandengan berupa merchandise karena musik tidak jauh dari fashion. Dengan bantuan media sosial dia menjual merchandisenya, tidak hanya membuatnya jadi semakin semangat berkarya cara sederhana seperti ini membuatnya berinteraksi langsung dengan penikmat karyanya. Cara ini dianggapnya paling memungkinkan untuk mendekatkan diri dengan orang-orang yang membantunya selama ini karena menurutnya tanpa bantuan banyak orang dia mungkin tidak mampu bertahan di industri ini.

Solois yang juga terkenal dengan Tour Warung Kopinya ini berharap agar Pontianak terus diisi dengan musisi-musisi kreatif dari berbagai genre. Dia berharap semua musisi Pontianak bisa bergandengan, saling dukung sehingga semuanya bisa menciptakan nada-nada indah untuk Pontianak.

Puck Mude bisa disapa melalui akun instagramnya @puckmude dan akun YouTube maupun Facebook dengan username yang sama. Dia juga menjual merchandisenya di sini.

 


Tinggalkan Balasan