user-photo
Voice Of Borneo

Jalin Komunikasi Antara Pemerintah dan Musisi, Bekraf Adakan Diskusi dengan Pegiat Seni di Kalbar

Spread the love

Voice Of Borneo – Dengan suasana santai sebuah diskusi antara Kasi Akses Permodalan dan Pemasaran Ekonomi Kreatif, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Barat, Fenny Rachmawati bersama sejumlah pegiat seni lintas sektoral diadakan di Canopy Center, Minggu (20/5/2018).

Pertemuan ini membahas niat baik pihak bidang ekonomi kreatif Provinsi Kalbar yang diwakili Fenny Rachmawati untuk mengadakan sebuah kegiatan yang bisa melibatkan seluruh pegiat seni lintas sektoral di Kalbar, karena beliau baru saja mendapat amanah untuk menjabat Kasi Akses Permodalan dan Pemasaran Ekonomi Kreatif. Dia ingin amanah ini bisa diemban denganbaik dan menyentuh orang-orang yang memang berhak untuk dibantu berkembang.

Niat baik ini mendapat respon baik, para peserta yang hadir memberi apresiasi. Dalam diskusi yang digelar pukul 20.00 malam itu banyak pekerja seni yang menyampaikan uneg-uneg dan keresahan yang selama ini tidak pernah terutarakan pada pihak pemerintah karena tidak adanya ruang dialog antar mereka.

Fenny Rachmawati menyimak dan memahami semua keluhan pekerja seni yang diajaknya mengobrol. Karena itu dia menawarkan sebuah program yang bisa melibatkan semua pihak, dengan dana 220 juta, meski dana tersebut terbatas dia berharap ini bisa membantu.

Setelah berembuk panjang dan agak alot, disepakatilah agar dalam waktu dekat semua pihak sudah memiliki keputusan bersama perihal kegiatan yang bisa melibatkan lintas sektoral, bisa dalam bentuk festival. Untuk memantapkannya maka pertemuan digelar lagi satu kali, yaitu kesesokan harinya, Senin (21/5/2018) namun sayang Fenny Rachmawati tidak bisa hadir kali ini. Rembuk pendapat pun hanya dilakukan para pegiat seni, mulai dari pegiat seni drama, musisi, visual art, sinematografi hingga fotografi.

Malam itu semua perwakilan diminta angkat bicara, menginginkan secara teknis seperti apa acara yang kelak akan melibatkan mereka semua, diputuskan bahwa kegiatan dibuat dalam dua hari. Setelah itu masing-masing perwakilan konumitas diberi kesempatan untuk mengungkapkan program seperti apa yang sudah dan akan dilakukan sehingga bisa diketahui dana 220 juta ini lebih efektif untuk mendukung kegiatan yang seperti apa.

Tiap komunitas menyampaikan pendapat, mulai dari pihak musisi yang menuturkan kegiatan semi festival musik yang cukup dikenal di Pontianak, Kosong-Kosong yang telah berjalan 14 tahun. Sedangkan pihak teater menyampaikan program tahunan mereka yang cukup melegenda yaitu Parade Teater yang diselenggarakan sebulan penuh setiap tahunnya mulai dari tahun 2009. Hingga komunitas visual art yang memiliki gawai tahunan Pontianak Desain Week.

Akhirnya ditarik kesimpulan akan ada kegiatan besar di tahun 2019 yang melibatkan 10 sektoral kreatif yang ada di Kalbar yaitu: musik, teater, visual art, film, fotografi, lukisan, tari, literasi, bazaar, dan broadcasting.

Semua pihak berharap agar rencana baik ini dapat berjalan lancar karena ini adalah langkah awal bagi semua pegiat seni dan pemerintah untuk saling rangkul dan berjalan beriringan.

 


Tinggalkan Balasan