user-photo
Voice Of Borneo

Urbai Street, Grup Musik Koplo di Pontianak

Spread the love

Voice Of Borneo – Lagu dangdut koplo memang membuat hati rindu. Meski raga tak seutuhnya ingin bergoyang, tapi setiap mendengar dentuman alunan musik dan lagu koplo, jemari dengan sendirinya ikut dalam lantuan tersebut. Koplo, membuat jiwa jadi tenang, mendamaikan siapa saja yang menikmatinya.

Begitulah pesona dangdut koplo hingga membuat para muda ini membentuk grup yang konsen melantungkan music koplo di Pontianak, mereka menamai diri Urbai Street. Berawal dari kumpul biasa antara Surya, Aldi, dan A’ok, mereka nyanyi bersama di depan gang. Tapi, kegiatan itu dianggap kurang bermanfaat, akhirnya berfikir harus berbuat sesuatu yang bermanfaat daripada waktu habis kumpul di malam hari.

Tiga saudara sepupuan ini kemudian memutuskan untuk ngamen di café-café sepanjang Jalan Uray Bawadi, Danau Sentarum hingga Podomoro. Namun, personilnya kini tidak hanya tiga orang saja, berbekal teman dekat yang juga suka dengan musik akhirnya bergabung 4 orang lagi, semua adalah teman sekolah.

Tahun 2017 ikut acara festival akustik dan mereka menang. Tapi, setelah itu, kelompok ini tidak ada kegiatan apa-apa lagi selain kembali ke jalan dan memainkan lagu-lagu akustik. Tapi, bagi pemuda dari berbagai latar belakang ini, di Pontianak sudah banyak yang membawakan lagu serupa sehingga ada inisiatif untuk menghadirkan sesuatu yang beda, lalu dipilihkan dangdut koplo.

Membawa lagu koplo mendapatkan apresiasi yang baik dari masyarakat. Tujuannya memang untuk menghibur saja di tempat-tempat yang mereka datangi. Sebelum menggunakan nama Urbai Street, A’ok dan kawan-kawan berdiri dengan bendera yang mereka namaikan Carehal tepatnya tahun 2016.

Namun, setelah festival lomba akustik dan memutuskan membawakan lagu koplo akhirnya sah menggunakan nama Urbai Street. Sebuah nama yang diberikan oleh Januar Indra, meski nama ini hampir sama dengan nama grup graffiti milik Indra tetapi khusus grup musik koplo hanya Urbai Street sedangkan grup graffiti diberi nama Urbai Street 10. Urbai Street itu memiliki arti yang sangat sederhana yakni Jalan Uray Bawadi, tempat dimana para pengagas grup musik koplo ini berasal.

Nama itu kian melekat dan jadi nama panggung mereka. Grup musik ini digawangi oleh Ibnur Mirza (gendang dangdut), Wakdan (bassist), A’ok (gitar), Uray Adrian (vocalis), Yoga Novrianda (cajon), Riky Juniyansah (sambal), Reyfaldi Saputra (gitar), dan Prayugo (pianica).

Dalam meramu penampilan, Urbai Street biasa menggabungkan hingga delapan lagu dengan aransemen ulang hasil karya mereka sendiri. Ketika ngobrol santai dengan personil Urbai Street, diakui mereka bahwa menggabungkan lagu-lagu itu agar memiliki kemasan lebih baik bukanlah hal yang mudah. “Biasanya agak sulit untuk menggabungkan banyak lagu karena harus menemukan nada yang cocok agar aransemennya lebih mudah,” kata A’ok

Selain ciri khas mereka dengan lagu yang digabung, tapi ada hal unik lainnya. Setiap tampil di depan publik, Urbai Street selalu menggunakan baju yang senada. “Kita selalu memakai baju yang sama, kadang bunga-bunga atau kemeja. Biasanya menyesuaikan tema dari sebuah acara,” papar Aldi.

Saat ini, Urbai Street masih setia untuk menghibur para pengujung dari café ke café di Pontianak. Temanya tetap sama yakni semarak musik koplo dengan lantunan hingga delapan lagu yang digabungkan kemudian diaransemen ulang.

Karena sudah selesai SMA semua, beberapa personilnya sibuk bekerja dan ada juga yang menantikan untuk lanjut kuliah. Tapi, dalam waktu seminggu, setidaknya empat kali mereka turun ke jalan untuk ngamen.

Selain itu, kesibukan lain adalah membuat materi lagu untuk dibawakan. Meski masih berusia belia, tetapi Urbai Street sangat peka terhadap isu sosial, mereka selalu aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti Ngander Projects, Pop Up Ramadhan, Yok Kita Berbagi dan kegiatan amal lainnya.

Para personil ini rata-rata kelahiran tahun 1997, 1998, dan tahun 2000 tetapi semangat bermusiknya tidak kalah dengan yang lainnya. Tapi sayang, di Pontianak wadah apresiasi seni masih sangat minim sehingga mereka tidak memiliki ruang gerak yang luas.

Urbai Street berharap nantinya di Pontianak ada rumah seni yang dapat digunakan oleh siapa saja, rumah bersama, rumah para musisi untuk mengembangkan diri. Untuk saat ini, dukungan yang diberikan hanya dari orang terdekat saja, entah itu dari café yang pernah didatangi atau pihak lain. Tahun ini sedang persiapan untuk pembangunan basecamp agar latihan lebih mudah dan mimpi besarnya dapat menelurkan single dan juga membuat album.

Untuk kenal lebih dekat dengan Urbai Street, dapat mengubungi Instagram mereka di instagram @urbaistreet.

 


Tinggalkan Balasan