user-photo
Voice Of Borneo
  • Oktober 3, 2018
  • Seni

FOKUS; Nyala Karya Seniman Balikpapan

Spread the love

Voice of Borneo – Lantunan sape’ (alat musik tradisonal Dayak) mengalun dalam lautan pekat malam. Segenap jiwa menatap, mulai meresapi dan hanyut dalam lantunan musik itu. Nada demi nada tertuang dari jemari sang pecinta seni. Mereka adalah Sanggar Atap Jerami (AJ) dari Balikpapan, Kalimantan Timur.

Kali ini berkesempatan mengujungi dan ngrobrol bersama tim Voice of Borneo. Seni itu tak pernah mati, ia akan terus hidup selama ada regenerasi, Novan memulai obrolan. Balikpapan yang dikenal dengan kota industri ini ternyata lahir seniman luar biasa tetapi suaranya hampir tak terdengar, hanya samar-samar bahkan dianggap tidak ada.

“Hampir tidak ada perhatian kepada seniman, sulit sekali menemukan ruang bergerak dengan dukungan penuh terutama dari pemerintah setempat,” kata Eko yang juga anggota dari Sanggar AJ.

Dia tau betul rasanya berkarya tanpa dukungan tetapi harus tetap bertahan dan mengembangkan diri. Keresahan yang dialami tersebut akhirnya menghadirkan inspirasi dan melahirkan Forum Kreatif Usaha Sama-sama (FOKUS) sebagai wadah berkumpulnya seniman di Balikpapan.

Meski terbilang baru tetapi FOKUS dengan semangat menyala mengadakan beberapa kegiatan yang cukup menyita perhatian.  Selain itu, FOKUS juga pernah mengadakan kelas melukis bersama mahasiswa dari Prancis serta siswa di Balikpapan. Pada Juni 2018 lalu, FOKUS juga mengadakan “Pameran Balik Heritage” untuk mengenal sejarah Balikpapan.

Mimpi-mimpi membuat kegiatan tentu saja terus menyelimuti Sanggar AJ dan seniman lainnya yang terlibat dalam FOKUS. Akan tetapi banyak sekali rintangan yang harus dilewati terutama soal tempat acara. “Kami sebenarnya punya gedung kesenian yang dikenal dengan Gedung Kesenian Balikpapan tapi bukan untuk seniman,”kisah Novan.

Gedung yang seharusnya menjadi wadah apresiasi para seniman tersebut sulit dijangkau karena harus merogoh kocek yang tak sedikit, harus menyiapkan dana yang cukup besar untuk sewa tempat. Ini tentu saja memberatkan para seniman.

Berangkat dari kontrakan yang disulap menjadi tempat berkreasi memamerkan hasil karya sehingga menjadi suguhan unik bagi para pengunjung. Beragam karya di pajang untuk di jual tetapi harus asli dan memiliki nilai jual. Kontrakan itu seperti gedung serbaguna, ada warung kopinya dan ruang seni. Di sinilah tempat berkumpul Sanggar AJ dan seniman lain yang mau mengembangkan diri.

FOKUS hadir untuk menjadi rumah bagi generasi muda merawat dan melestarikan budaya. “Biasanya hal-hal yang berbau tradisional dianggap membosankan, di sinilah kami hadir dengan cara berbeda agar generasi muda lebih tertarik,” papar Novan.

Usaha yang dilakukan tidak sia-sia sebab ada banyak pelajar dan mahasiswa yang ikut menjadi bagian dari FOKUS. “Kami biasa dipanggil ke sekolah-sekolah untuk mengajar tari dan para siswa dengan konsisten ikut latihan hingga pagelaran,” kata Eko.

Sinergi antar seniman memang kuat, mereka terus FOKUS agar tujuannya tetap terjaga dan bisa direalisasikan. Meski perlahan, tetapi dengan semangat terus maju akan membuat semuanya berubah. Sanggar AJ merasa iklim seniman di Balikpapan memang tidak seperti di Pontianak.

“Sepertinya di Pontianak adem ya, bisa bekerjasama dan komunikasinya baik,” tutur Eko.

Dirinya melihat banyak ruang alternatif di Pontianak sehingga meningkatkan kerjasama yang baik antar seniman, mereka bisa saling membantu untuk mengembangkan seni.

Bagi Eko, kesenian harus tetap dijaga, dirawat, dan dilestarikan meski zaman terus berkembang tetapi budaya jangan pernah dilupakan. “Indonesia itu memang terdiri dari beragam budaya, tetapi kita bisa tetap satu, seni tidak akan pernah mati,”kata Eko.

Hal senada juga diungkapkan oleh Novan. Baginya, seni harus tetap ada dan sebagai sesama seniman haruslah saling mendukung, jangan mau menang sendiri. Di atas panggung boleh saja berkompetisi tetapi di bawah panggung tetap berjuang bersama.

FOKUS akan terus berkarya, menghadirkan ruang alternatif belajar dan mengembangkan seni Balikpapan, baik itu tari, lukis, teater, dan musik. Selain Art Space di Kontrakan, kini FOKUS sedang mengembangkan Lemari Seni untuk menaungi seniman di Kota Balikpapan. Seperti tujuannya, semoga saja FOKUS mampu menjadikan Kota Balikpapan sebagai kota seni.

Untuk kenal lebih dekat dengan FOKUS bisa follow instagram @forumkreatifusahasamasama.

 


Tinggalkan Balasan