user-photo
Voice Of Borneo

JPK, Tingkatkan Kapasitas Jurnalis Perempuan di Kalbar

Spread the love

Voice Of Borneo – Setiap hari banyak sekali berita yang kita dapatkan, baik dari surat kabar, televisi, radio hingga berita online. Hadirnya berita tersebut berkat kerja keras para pencari dan pengolah informasi hingga menjadi sebuah berita atau jurnalis.

Namun, jurnalis tidak melulu hanya menghabiskan aktivias sehari-hari untuk membuat berita, beragam cara yang dilakukan untuk berkontribusi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Jurnalis Perempuan Khatulistiwa (JPK) atau wadah berkumpulnya para jurnlis perempuan di Kalbar yang membuat beragam kegiatan langsung ke masyarakat.

JPK memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas intelektual sebagai seorang jurnalis termasuk mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Organisasi yang dibentuk pada  17 Desember 2012 di Pontianak telah melakukan banyak sekali kegiatan seperti bekerjasama dengan IMA World Health untuk Kampanye Gizi Nasional pada tahun 2017 lalu.

Selain itu, pernah mengadakan Workshop Perempuan dan Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kalimantan Barat serta workshop perempuan dalam politik media. Selain itu, JPK tergabung dalam Konsorsium Perempuan Kalimantan Barat untuk program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan dalam mitigasi lingkungan projek Kemakmuran Hijau MCA-Indonesia.

Di awal terbentuknya, JPK bekerjasama denganUSAID Kinerja mengelola Workshop Jurnalis serta kampanye dan launching Gerakan Ekonomi Syariah di Kalimantan Barat.

Lalu, dengan gerakan-gerakan yang telah dilakukan hingga saat ini, sebenarnya apa yang melatarbelakangi JPK berdiri ?

Berawal dari kegelisahan Kusmalina, Nurul Hayat, Aseanty W Pahlevi dan Mella Danisari, mengenai isu perempuan dan media di Kalimantan Barat. Isu perempuan belum mendapat posisi strategis di media Kalimantan Barat, kalaupun ada tidak digarap dengan kompehensif. Kemudian dilakukan diskusi-diskusi santai hingga mengundang para jurnalis perempuan yang bekerja di Pontianak untuk ikut bergabung.
Beragam respon didapatkan, ada yang merespon positif tetapi ada pula yang melihat sebelah mata. Namun, melalui tangan para inisiator tersebut terbentuklah JPK yang diketuai oleh Kusmalina, Nurul Hayat dipercaya sebagai wakil ketua dan Aseanty Widaningsih Pahlevi sebagai sekretaris.. Hingga kini, JPK tetap eksis dan terus berusaha untuk memberikan hal-hal positif untuk masyarakat.
Untuk lebih dekat dengan JPK, bisa langsung berselancar dan ikuti instagramnya jurnalisperempuankhatulistiwa.

Tinggalkan Balasan