user-photo
Voice Of Borneo
  • Oktober 15, 2018
  • Art

PENETRATE EXHIBITION, BUKA RONGGA SEMANGAT BERKARYA

Spread the love

Voice Of Borneo – Kalimantan Barat memiliki orang-orang hebat dalam seni, akan tetapi cahayanya belum memancar gemilang karena masih tertutup ruang yang terus menyekat. Belum ada ruang terbuka hingga sinar itu terang, bebas memberi cahaya kepada siapa saja.

Ruang hampa itu mulai dibongkar perlahan oleh Hafid, seorang arsitektur, photografer sekaligus designer muda Pontianak. Berkat tekad dan semangat, dirinya membuat pameran tunggal dari hasil karyanya selama seminggu di Canopy Center, Pontianak.

Namun, pameran bukan sekedar memajang karya saja. Ada banyak hal yang ingin didapatkan untuk menumbuhkan bulir-bulir semangat berkarya, sebab “karya adalah karya” yang takkan pernah mati sampai kapanpun. “Pameran ini di luar ekspetasi aku karena ternyata banyak orang-orang belum kukenal hadir di sini,” ucap Hafid ketika diskusi di akhir pameran.

Baginya, pameran dengan hiasan diskusi tersebut untuk membuka rongga-rongga yang mulai tertutup, menyepakati bersama apa yang dapat dilakukan ramai-ramai. Sehingga setelah pameran ini ada keberlanjutannya seperti lebih banyak melakukan pertemuan, berdiskusi tentang seni, memberi makna kepada seni itu sendiri dengan membuatnya nyata, dapat dinikmati banyak orang.

Asupan semangat yang dihembuskan Hafid mendapat sambutan luar biasa dari teman-teman seniman. Banyak masukan dan kesepakatan yang dipaparkan. Seperti yang dipaparkan Iqbal, menanggapi ruang-ruang yang mulai tertutup untuk menampilkan karya. Menurut pengalamannya, Pontianak memberikan ruang yang cukup misalnya menggunakan taman-taman untuk pameran. “Salah satu contohnya Taman Untan, Taman Akcaya, dan taman lain karena mereka akan membantu kegiatan kita tetapi memang harus gunakan surat izin,” paparnya.

Akan tetapi, ketika berurusan dengan pemerintah cukup ribet soal administrasi sehingga harus ada ruang alternatif yang dapat memfasilitasi kegiatan dari awal hingga akhir, misalnya Canopy Center.

Pameran yang dilakukan oleh Hafid ini menjadi napas baru, aroma segar untuk berkarya. Tidak harus menunggu lama atau bersusah payah karena di Pontianak sendiri ada banyak pilihan tempat untuk memamerkan karya. Sekarang tinggal semangat dan niat untuk membuat karya itu sendiri.

Seperti Penetrate Exhibition ini hanya dilakukan persiapan satu bulan dapat terlaksana dengan baik dan diapresiasi oleh banyak pihak dan tentu saja mampu memberi semangat untuk setiap insan yang menikmatinya. Satu demi satu karya itu masuk dalam retina dan berbaur dengan jiwa menunjukkan betapa Hafid sangat piawai menghasilkan karya yang misterius. Setiap karya yang dihasilkan memberikan makna yang tidak tertebak tetapi sangat indah untuk dinikmati.

Begitulah semangat yang ingin dibagikan Hafid untuk sesama seniman sehingga menghasilkan karya yang bisa dilayangkan ke khayalak ramai. Setitik semangat mulai mengairi ruang diskusi tersebut, satu persatu mulai memaparkan keinginannya.

Kaffi yang datang dari Singkawang mulai terbakar semangatnya. : “Aku seperti terpana datang pameran ini, sangat menginspirasi sehingga jadi ingin cepat-cepat menelurkan karya,” katanya.

Diskusi itu ditutup dengan kesepakatan bersama membentuk atmosfir seni di Kalbar dan mengadakan pertemuan rutin untuk membahas seni di bumi Khatulistiwa.


Tinggalkan Balasan